Sambil
berjalan menuju danau, aku memikirkan tingkah Nathi yang aneh tiga hari yang
lalu. Lalu, dua hari yang lalu dan kemarin ia tak datang ke danau. Hal itu
membuatku bertanya-tanya, apakah ia tidak akan datang lagi hari ini. Kuhentikan
langkah.
Aku
memandang ke arah danau, sudah separuh jalan aku menyusuri jalan yang biasa
kulalui. Aku menghela napas, tiba-tiba aku jadi tak ingin datang ke danau. Aku
hampir membalikkan badan dan kembali ke asrama ketika sebuah tepukan ringan
mendarat di bahu kiriku. Aku menoleh. Nathi berdiri di belakangku sambil
tersenyum.
“Oh,
kau disini,”