Ruka
baru saja menyelesaikan perkataannya ketika ia melihat mata Eri mulai
berkaca-kaca. Air mata pun mulai meleleh melewati pipinya, bibir mungilnya
bergetar. Rasa bersalah mulai menyelusup di hati Ruka yang sedang dilanda
amarah.
“Kau
terlalu keras padanya!” sembur Minoru.
Ruka
langsung melirik kesal pada Minoru. Rasa bersalah yang tadi mulai timbul
langsung terlibas oleh amarah yang kembali merajai hati Ruka. Beberapa siswa
yang masih berada di kelas menggumamkan persetujuan mereka dengan perkataan
Minoru.
“Ada
apa ini?”