Saturday, 31 December 2016

Request

Bulan Oktober lalu saya mendapatkan sebuah permintaan dari seorang teman. Ketika ia minta tolong pada saya, saya berpikir ‘minta tolong apa?’. Tumben dia minta tolong, jadi kalau saya bisa bantu pasti akan saya bantu sebisanya.

“Mau minta tolong bikinin desain” jawabnya

Saat pertama kali diminta, saya terkejut karena beberapa hari sebelumnya saya baru saja bertemu dengannya dan sempat menyinggung bahwa saya tidak bisa membuat desain. Waktu itu saya bercerita padanya bahwa saya “terpaksa” meng-install CorelDraw dan belajar menggunakannya karena masuk sebagai tim pubdok dalam acara seminar yang diadakan kampus. Desain sebenarnya dibuat oleh orang lain yang memang profesional dalam hal desain, saya hanya mengedit beberapa hal kecil saat ada perubahan. Hal ini saya lakukan karena saya pikir daripada bolak-balik kirim e-mail untuk editing hal remeh lebih baik saya yang edit sendiri.

Mengingat minimnya kemampuan dan pengalaman dalam desain tapi saya ingin sekali membantu teman saya yang jarang minta tolong ini, akhirnya saya mengiyakan dengan 1 syarat. Saya katakan padanya bahwa saya butuh teman untuk brainstorming desain. Gaya banget ya? Hehe…

Tapi ada satu hal yang belum saya tanyakan. “Desain apa?”

“Undangan, teh"

Undangan… “Undangan nikah?”

“Iya teh"

Wah… Tebakan saya yang cuma ingin mengusili ternyata benar. Jawabannya membuat satu hal menggelitik saya.

“Siapa? Intan?”

“Iya”

Jawabannya ini membuat saya memikirkan satu hal yang ia ucapkan saat beberapa hari sebelumnya kami bertemu. Saat saya secara tersirat mengatakan hendak pamit, ia mengusulkan untuk selfie bersama. Kemudian ia mengatakan bahwa mungkin ke depannya kita tidak tahu kemana nasib akan membawa dan kapan lagi bisa bertemu. Entah mengapa, di hari itu saya menangkap sesuatu yang berbeda yang membuat saya memikirkan perkataannya saat perjalanan pulang. Meski ia pernah mengatakan hal serupa beberapa bulan yang lalu, hari itu saya merasakan ada yang berbeda.

“Waah… kapan?”

“Rencananya 30 Desember”

Desember, dengan ini jadi 3 orang teman saya yang menikah di bulan yang sama (pada akhirnya ternyata ada 5 orang teman yang menikah di bulan ini). Ketiga orang ini adalah teman-teman yang dekat dengan saya, 1 orang menikah di awal bulan, kemudian pertengahan bulan teman yang sangat dekat dengan saya juga menikah, lalu teman saya yang satu ini menikah di akhir bulan.

Lalu ia mengirimkan beberapa desain yang sudah ia cari dan menunjukkan desain mana yang ia sukai serta desain mana yang disukai calon suaminya (yang sekarang sudah resmi jadi suaminya). Salah satu dari desain itu ada karikatur pasangan mempelai tertera di covernya. Karena saya masih newbie menggunakan corel, akhirnya saya pun berusaha mencari-cari tutorial untuk membuat karikatur dengan corel.

Di masa saya mencari tutorial itu ada satu hal yang terjadi pada saya, galau. Mungkin galau yang paling akut di urutan ke-2 yang pernah saya alami, galau akut urutan pertama saya alami saat menempuh S1 dahulu. Galau akut yang pertama saya alami dahulu berkaitan dengan studi, terjadi dalam waktu yang berkepanjangan dan secara emosi pun cukup berat. Kali ini terjadi tidak lama, hanya sekitar 2 minggu, tapi secara emosi cukup berat. Kegalauan saya ini berkaitan dengan pernikahan ketiga teman saya. Sebenarnya saya sudah lama tahu rencana pernikahan kedua teman saya yang akan dilakukan bulan Desember ini. Namun entah mengapa permintaan dari teman saya yang satu ini membuat saya galau. Mungkin karena saya benar-benar dihadapkan pada kenyataan di usia saya yang sekarang ada di 20-an akhir, saya masih belum menikah dan diminta untuk membuatkan desain undangan pernikahan.

Hal yang membuat berat adalah karena saya tidak tahu harus bercerita pada siapa. Tidak mungkin saya bercerita pada salah satu dari ketiga teman saya yang akan menikah itu. Karena bingung, saya pun bahkan sempat curcol di grup chat alumni SMA yang kebanyakan sudah menikah dan punya anak. Secara emosi sebenarnya kurang membantu karena mereka kurang memahami perasaan yang saya alami. Akhirnya saat sedang ada waktu luang menunggu dosen di kampus, saya pun bercerita tentang perasaan yang saya rasakan pada salah satu teman. Semenjak bercerita perasaan saya pun berangsur membaik, saya pun bisa fokus saat mengerjakan permintaan teman saya.

Oke, cukup dengan kegalauan saya yang sudah selesai, kita lanjut mengenai desain yang diminta. Setelah desain selesai saya buat, saya pun mengirimkannya pada teman saya. Saya sebenarnya ragu bahwa ia akan menggunakan desain saya yang sederhana itu, apalagi ia sebenarnya punya teman yang bekerja di percetakan. Pada akhirnya selain gambar karikatur yang saya buat, desain undangan pun berubah menjadi lebih bagus. Satu hal yang membuat saya senang adalah pujian dari orang percetakan untuk saya yang newbie dalam menggunakan corel tapi bisa membuat karikatur orang. Yah… karena sebenarnya saya memang punya dasar dalam menggambar yang saya pelajari secara otodidak semenjak SD. Kalau mau melihat beberapa hasil gambar saya, bisa lihat di gallery.

Jadi, inilah hasil karya saya awal bulan lalu setelah beberapa hari mengerjakan desain yang diminta oleh teman saya.


Sebagai penutup entri ini, saya hendak berterima kasih pada teman saya, kuswointan. Meski permintaannya sempat membuat galau, tapi sudah memberi kesempatan saya untuk mempunyai ilmu baru, membuat karikatur dengan coreldraw. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.

No comments:

Post a Comment