Bulan Oktober
lalu saya mendapatkan sebuah permintaan dari seorang teman. Ketika ia minta
tolong pada saya, saya berpikir ‘minta
tolong apa?’. Tumben dia minta tolong, jadi kalau saya bisa bantu pasti
akan saya bantu sebisanya.
“Mau minta
tolong bikinin desain” jawabnya
Saat pertama
kali diminta, saya terkejut karena beberapa hari sebelumnya saya baru saja
bertemu dengannya dan sempat menyinggung bahwa saya tidak bisa membuat desain. Waktu
itu saya bercerita padanya bahwa saya “terpaksa” meng-install CorelDraw dan
belajar menggunakannya karena masuk sebagai tim pubdok dalam acara seminar yang
diadakan kampus. Desain sebenarnya dibuat oleh orang lain yang memang
profesional dalam hal desain, saya hanya mengedit beberapa hal kecil saat ada
perubahan. Hal ini saya lakukan karena saya pikir daripada bolak-balik kirim
e-mail untuk editing hal remeh lebih baik saya yang edit sendiri.
Mengingat
minimnya kemampuan dan pengalaman dalam desain tapi saya ingin sekali membantu
teman saya yang jarang minta tolong ini, akhirnya saya mengiyakan dengan 1
syarat. Saya katakan padanya bahwa saya butuh teman untuk brainstorming desain. Gaya
banget ya? Hehe…
Tapi ada satu
hal yang belum saya tanyakan. “Desain apa?”
“Undangan,
teh"
Undangan… “Undangan
nikah?”
“Iya teh"
Wah… Tebakan saya yang cuma ingin mengusili ternyata benar. Jawabannya membuat satu hal
menggelitik saya.
“Siapa? Intan?”
“Iya”
Jawabannya ini
membuat saya memikirkan satu hal yang ia ucapkan saat beberapa hari sebelumnya
kami bertemu. Saat saya secara tersirat mengatakan hendak pamit, ia mengusulkan
untuk selfie bersama. Kemudian ia mengatakan bahwa mungkin ke depannya kita
tidak tahu kemana nasib akan membawa dan kapan lagi bisa bertemu. Entah
mengapa, di hari itu saya menangkap sesuatu yang berbeda yang membuat saya
memikirkan perkataannya saat perjalanan pulang. Meski ia pernah mengatakan hal
serupa beberapa bulan yang lalu, hari itu saya merasakan ada yang berbeda.
“Waah… kapan?”
“Rencananya 30
Desember”
Desember, dengan
ini jadi 3 orang teman saya yang menikah di bulan yang sama (pada akhirnya
ternyata ada 5 orang teman yang menikah di bulan ini). Ketiga orang ini adalah
teman-teman yang dekat dengan saya, 1 orang menikah di awal bulan, kemudian
pertengahan bulan teman yang sangat dekat dengan saya juga menikah, lalu teman
saya yang satu ini menikah di akhir bulan.
Lalu ia
mengirimkan beberapa desain yang sudah ia cari dan menunjukkan desain mana yang
ia sukai serta desain mana yang disukai calon suaminya (yang sekarang sudah
resmi jadi suaminya). Salah satu dari desain itu ada karikatur pasangan
mempelai tertera di covernya. Karena saya masih newbie menggunakan corel,
akhirnya saya pun berusaha mencari-cari tutorial untuk membuat karikatur dengan
corel.
Di masa saya
mencari tutorial itu ada satu hal yang terjadi pada saya, galau. Mungkin galau
yang paling akut di urutan ke-2 yang pernah saya alami, galau akut urutan pertama
saya alami saat menempuh S1 dahulu. Galau akut yang pertama saya alami dahulu
berkaitan dengan studi, terjadi dalam waktu yang berkepanjangan dan secara
emosi pun cukup berat. Kali ini terjadi tidak lama, hanya sekitar 2 minggu,
tapi secara emosi cukup berat. Kegalauan
saya ini berkaitan dengan pernikahan ketiga teman saya. Sebenarnya saya sudah
lama tahu rencana pernikahan kedua teman saya yang akan dilakukan bulan
Desember ini. Namun entah mengapa permintaan dari teman saya yang satu ini
membuat saya galau. Mungkin karena saya benar-benar dihadapkan pada kenyataan
di usia saya yang sekarang ada di 20-an akhir, saya masih belum menikah dan
diminta untuk membuatkan desain undangan pernikahan.
Hal yang membuat
berat adalah karena saya tidak tahu harus bercerita pada siapa. Tidak mungkin
saya bercerita pada salah satu dari ketiga teman saya yang akan menikah itu.
Karena bingung, saya pun bahkan sempat curcol
di grup chat alumni SMA yang kebanyakan sudah menikah dan punya anak. Secara
emosi sebenarnya kurang membantu karena mereka kurang memahami perasaan yang
saya alami. Akhirnya saat sedang ada waktu luang menunggu dosen di kampus, saya
pun bercerita tentang perasaan yang saya rasakan pada salah satu teman. Semenjak
bercerita perasaan saya pun berangsur membaik, saya pun bisa fokus saat
mengerjakan permintaan teman saya.
Oke, cukup
dengan kegalauan saya yang sudah selesai, kita lanjut mengenai desain yang
diminta. Setelah desain selesai saya buat, saya pun mengirimkannya pada teman
saya. Saya sebenarnya ragu bahwa ia akan menggunakan desain saya yang sederhana
itu, apalagi ia sebenarnya punya teman yang bekerja di percetakan. Pada
akhirnya selain gambar karikatur yang saya buat, desain undangan pun berubah
menjadi lebih bagus. Satu hal yang membuat saya senang adalah pujian dari orang
percetakan untuk saya yang newbie
dalam menggunakan corel tapi bisa membuat karikatur orang. Yah… karena
sebenarnya saya memang punya dasar dalam menggambar yang saya pelajari secara
otodidak semenjak SD. Kalau mau melihat beberapa hasil gambar saya, bisa lihat
di gallery.
Jadi, inilah
hasil karya saya awal bulan lalu setelah beberapa hari mengerjakan desain yang
diminta oleh teman saya.
Sebagai penutup
entri ini, saya hendak berterima kasih pada teman saya, kuswointan. Meski
permintaannya sempat membuat galau, tapi sudah memberi kesempatan saya untuk
mempunyai ilmu baru, membuat karikatur dengan coreldraw. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.

No comments:
Post a Comment