Mini project yang berikutnya saya kerjakan adalah menjahit.
Bermula dari bulan Juni lalu saat saya membeli kain karena ingin mukena baru. Saat itu saya membeli kain wolfis berwarna merah marun. Awalnya sih saya ingin meminta dijahitkan oleh ibu, tapi ketika ibu malah bertanya "kamu yang jahit sendiri kan?", saya berpikir untuk mencoba menjahit sendiri. Tentunya dengan meminta petunjuk ini itu dari ibu hehehe...
Waktu itu saya membeli kain wolfis dengan lebar 1,5 meter dan panjang 2,5 meter. Setelah memotong untuk bagian atas dan bawahan, saya menyiapkan untuk bagian rempel untuk atas dan bawah. Setelah memotong-motong kain, ternyata untuk rempel masih kurang. Sebenarnya untuk menambah bagian rempel yang masih kurang, saya hanya perlu membeli kain sepanjang 50 centi (karena minimum pembelian kain sepanjang 50 centi). Tapi waktu itu akhirnya saya membeli kain sepanjang 1,8 meter.
Kain yang saya beli itu saya belah menjadi 2 sehingga masing-masing memiliki lebar 75 centi (lebar kain dari toko adalah 1,5 meter). Satu bagian saya neci pinggirnya sehingga menjadi pashmina, karena kerudung merah marun yang saya miliki adalah kerudung kaus. Sisanya saya gunakan untuk rempel mukena, yang ternyata setelah saya potong-potong masih tersisa sehingga sisanya saya pakain untuk membuat tas mukena.
Saat membeli kain tambahan ini, saya juga membeli kain lain karena ternyata saya malah menjadi senang menjahit. Saya membeli kain katun ima berwarna putih untuk membuat blus dan kain softjeans untuk membuat kulot.
Untuk mukena, 90% saya kerjakan sendiri. Bagian dagu dikerjakan oleh ibu karena saya tidak pahan cara mengerjakannya sehingga saya hanya melihat ibu menjahitnya. Untuk blus, 95% saya kerjakan sendiri. Saat menjahit bagian tangan ke bagian badan, ibu mencontohkan terlebih dahulu sedikit. Untuk kulot, hmm... sepertinya saya hanya mengerjakan 60% saja. Hal ini dikarenakan bahan yang saya pilih adalah softjeans yang lebih tebal dibanding kain lainnya sehingga cukup sulit mengerjakan sendiri karena saya masih pemula. Jadi saya mau memberi saran untuk pemula yang baru belajar menjahit celana, sebaiknya pilih kain yang tidak tebal sehingga lebih mudah untuk dikerjakan.
Mini project ini sudah saya selesaikan sejak bulan September. Yah... penyelesaian yang cukup lama karena terkadang malas mengerjakan ataupun ada kesibukan lain yang harus diselesaikan. Tapi overall, saya cukup senang karena terakhir saya menjahit pakaian adalah ketika saya SMP saat harus membuat baju dan rok sebagai tugas kerajinan tangan.
Selanjutnya saya terpikir untuk menjahit jaket berbahan softjeans. Keinginan yang satu ini ingin segera saya realisasikan.
Bermula dari bulan Juni lalu saat saya membeli kain karena ingin mukena baru. Saat itu saya membeli kain wolfis berwarna merah marun. Awalnya sih saya ingin meminta dijahitkan oleh ibu, tapi ketika ibu malah bertanya "kamu yang jahit sendiri kan?", saya berpikir untuk mencoba menjahit sendiri. Tentunya dengan meminta petunjuk ini itu dari ibu hehehe...
Waktu itu saya membeli kain wolfis dengan lebar 1,5 meter dan panjang 2,5 meter. Setelah memotong untuk bagian atas dan bawahan, saya menyiapkan untuk bagian rempel untuk atas dan bawah. Setelah memotong-motong kain, ternyata untuk rempel masih kurang. Sebenarnya untuk menambah bagian rempel yang masih kurang, saya hanya perlu membeli kain sepanjang 50 centi (karena minimum pembelian kain sepanjang 50 centi). Tapi waktu itu akhirnya saya membeli kain sepanjang 1,8 meter.
Kain yang saya beli itu saya belah menjadi 2 sehingga masing-masing memiliki lebar 75 centi (lebar kain dari toko adalah 1,5 meter). Satu bagian saya neci pinggirnya sehingga menjadi pashmina, karena kerudung merah marun yang saya miliki adalah kerudung kaus. Sisanya saya gunakan untuk rempel mukena, yang ternyata setelah saya potong-potong masih tersisa sehingga sisanya saya pakain untuk membuat tas mukena.
Saat membeli kain tambahan ini, saya juga membeli kain lain karena ternyata saya malah menjadi senang menjahit. Saya membeli kain katun ima berwarna putih untuk membuat blus dan kain softjeans untuk membuat kulot.
Untuk mukena, 90% saya kerjakan sendiri. Bagian dagu dikerjakan oleh ibu karena saya tidak pahan cara mengerjakannya sehingga saya hanya melihat ibu menjahitnya. Untuk blus, 95% saya kerjakan sendiri. Saat menjahit bagian tangan ke bagian badan, ibu mencontohkan terlebih dahulu sedikit. Untuk kulot, hmm... sepertinya saya hanya mengerjakan 60% saja. Hal ini dikarenakan bahan yang saya pilih adalah softjeans yang lebih tebal dibanding kain lainnya sehingga cukup sulit mengerjakan sendiri karena saya masih pemula. Jadi saya mau memberi saran untuk pemula yang baru belajar menjahit celana, sebaiknya pilih kain yang tidak tebal sehingga lebih mudah untuk dikerjakan.
Mini project ini sudah saya selesaikan sejak bulan September. Yah... penyelesaian yang cukup lama karena terkadang malas mengerjakan ataupun ada kesibukan lain yang harus diselesaikan. Tapi overall, saya cukup senang karena terakhir saya menjahit pakaian adalah ketika saya SMP saat harus membuat baju dan rok sebagai tugas kerajinan tangan.
Selanjutnya saya terpikir untuk menjahit jaket berbahan softjeans. Keinginan yang satu ini ingin segera saya realisasikan.
No comments:
Post a Comment