Saturday, 25 January 2014

Tak Dapat Kurasa

“Jadi, kata dokter apa pantangannya?”

“Tidak ada. Dokternya bilang tidak usah dikasih pantangan apa-apa. Beri saja apa yang beliau minta. Kemarin juga ketika beliau minta pulang karena tidak betah di rumah sakit langsung diizinkan. Dibuat senang saja,” ia tersenyum dan tertawa kecil. Tapi dimatanya tersirat rasa sedih.

Aku hanya mendengarkan kedua orang itu dengan diam. ‘Beri saja apa yang beliau minta. Dibuat senang saja.’? Aku mengulang kalimat yang ia ucapkan berkali-kali dalam pikiranku.

Thursday, 16 January 2014

Lagu Kenangan: Aku dan Ibuku

Beberapa hari yang lalu temanku mengajak teman-teman di grup untuk menulis cerita mengenai lagu kenangan. Aku mencoba melihat-lihat isi folder lagu yang kupunya. Tapi tak satupun yang ‘klik’ untuk kutulis menjadi cerita. Aku memang senang mendengarkan lagu, tapi jarang sekali aku mengaitkan lagu dengan kejadian tertentu. So, aku hanya punya sedikit lagu kenangan yang terpikirkan.

Dari sedikit lagu kenangan yang terpikirkan aku mencoba memikirkan plot cerita. Hasilnya? Tak ada. Tak satupun plot cerita yang terpikirkan olehku. Ketika kukatakan pada temanku, ia mengusulkan untuk menulis ‘curcol’ mengapa lagu itu menjadi lagu kenangan. Baiklah, pikirku. Aku kembali menyisir memori, ada beberapa kenangan. Kucoba untuk menuliskan ‘curcol’-an itu, kembali macet. Aku tertawa miris.