“Jadi, kata dokter apa
pantangannya?”
“Tidak ada. Dokternya bilang tidak
usah dikasih pantangan apa-apa. Beri saja apa yang beliau minta. Kemarin juga
ketika beliau minta pulang karena tidak betah di rumah sakit langsung diizinkan. Dibuat senang saja,”
ia tersenyum dan tertawa kecil. Tapi dimatanya tersirat rasa sedih.
Aku hanya mendengarkan kedua orang
itu dengan diam. ‘Beri saja apa yang beliau minta. Dibuat senang saja.’? Aku mengulang kalimat yang ia
ucapkan berkali-kali dalam pikiranku.