Tuesday, 26 August 2014

Waltz in Dream #part 4

Agak terburu aku berjalan menuju danau. Karena ada tugas yang harus kuselesaikan, aku baru saja keluar dari kelas. Saat sampai di danau kulihat Nathi duduk kursi taman sembari memandangi jam sakunya. Segera aku menghampirinya.

“Maaf, aku terlambat. Ada tugas yang harus kuselesaikan,”

Nathi mengangkat wajahnya dan tersenyum. “Tak apa. Duduklah,”

Aku pun duduk di sampingnya. Sementara Nathi kembali terpekur memandangi jam sakunya. Setelah cukup lama berdiam diri, kuberanikan untuk bertanya.

“Jam itu pasti sangat berarti bagimu ya?”

“Ini bukti keberadaanku,”

Aku memandangnya tak mengerti.

“Ah, maaf. Lupakan saja,” ucap Nathi tiba-tiba. “Jam ini hadiah dari ibuku.”

“Oh begitu.”

Ia mengajakku berbincang seperti biasa, tapi ia terlihat sering melamun. Terkadang aku harus mengulangi apa yang aku katakan. Sikapnya yang tak biasa membuatku cemas. Tak tahu harus bagaimana, kubiarkan ia melamun memandangi jam sakunya. Aku hanya duduk diam menemani sambil memandangi danau.

No comments:

Post a Comment