Sambil
berjalan menyusuri jalan menuju danau, aku bertanya-tanya apakah pemuda itu
sudah berada di danau atau belum. Kumasukkan kedua tanganku ke dalam saku
mantel karena dinginnya cuaca, saat itulah jemariku merasakan adanya secarik
kertas. Aku pun kemudian teringat bahwa semalam aku memasukkannya ke dalam saku
mantel untuk mengingatkanku menanyakan nama pemuda itu.
Aku
memainkan kertas itu dalam saku mantel dan bertekad menanyakan nama pemuda itu
begitu aku bertemu dengannya. Saat aku sampai, kulihat ia sedang berdiri di
tepi danau dan menatap langit. Ia memalingkan wajahnya ke arahku dan tersenyum,
ia menyadari kedatanganku. Aku segera menghampirinya.
“Nama?”