Tuesday, 8 July 2014

Waltz in Dream #part 2

Aku kembali menyelinap dari pelajaran dansa dan pergi ke danau kecil yang kukunjungi kemarin. Ketika aku sampai di danau itu pemuda yang kutemui kemarin sudah berada disana.

“Apa kau sudah lama disini?” tanyaku.

“Tidak. Aku baru saja sampai. Mungkin sekitar 5 menit yang lalu," pemuda itu mendesah sambil mengedarkan pandangan ke arah danau. "Pemandangan disini sungguh indah. Kau akan selalu mengaguminya,”

Kami berbincang-bincang. Nyaman rasanya berbincang dengan pemuda itu. Aku bisa mengutarakan apapun. Lagi-lagi waktu terasa singkat ketika bersama dengannya. Kami kembali ke asrama dan berjanji untuk bertemu di danau itu lagi keesokan harinya. Tapi aku kembali lupa menanyakan namanya. Aku sendiri heran, biasanya aku tidak pelupa seperti ini.

Namun hal yang paling membuatku heran adalah, aku bisa merasa dekat dengannya secepat ini. Aku bukanlah orang yang mudah dekat dengan orang lain dan aku selalu merasa canggung ketika baru berkenalan dengan orang lain. Aku sempat bertanya-tanya, sihir apa yang ia gunakan sehingga aku tidak merasa canggung padanya. Tapi segera kusingkirkan pikiran konyol itu.

Kurasa pembawaannya yang tenang, tutur katanya yang sopan dan lembut membuatku cepat merasa nyaman. Selain itu senyum jahil dan kekanakan yang terkadang diperlihatkannya membuatku penasaran. Sambil mengerjakan tugas, kutulis catatan kecil untuk mengingatkanku menanyakan namanya. Catatan kecil itu lalu kumasukkan ke dalam saku mantel.

No comments:

Post a Comment