Sunday, 13 July 2014

Life Circle #part 9

Matahari mengintip malu-malu dari balik rimbunnya pepohonan. Langit pagi masih terlihat mendung karena badai semalam. Arthur yang memandangi suasana pagi itu dari balik jendela menggeliatkan badannya.

“Arthur!” satu suara memanggil. Arthur mengalihkan pandangannya dan menoleh ke arah suara, Linda.

“Apa kau melihat Shirley? Aku tak bisa menemukannya,” ucap Linda.

“Akan kucari dia,” Arthur beranjak dari tempatnya semula.

“Katakan padanya, sarapan sebentar lagi siap. Aku heran dengannya kali ini. Aku kesulitan menemukannya, tiba-tiba aku merasa ia mahir bersembunyi,” ucap Linda sedikit mengomel.

Arthur tertawa. “Pasti bisa ditemukan”.

“Tolong ya…” ucap Linda sebelum beranjak pergi.

Sementara itu Arthur berjalan ke arah tangga dan menapaki anak tangganya menuju lantai dua. Sambil berjalan ia berpikir dimana kira-kira Shirley berada. Tanpa disadari, langkah kakinya membawanya menuju sebuah ruangan. Di ruangan tersebut terdapat pintu menuju balkon yang menghadap taman belakang. Pintu menuju balkon tersebut terbuka dan ia dapat melihat sesosok gadis yang dicarinya. Ia pun berjalan menuju gadis itu.

“Ternyata kau disini,”

Shirley yang sedang memandangi taman dari balkon di lantai 2 menoleh. Ia melihat Arthur berdiri di ambang pintu. Kemudian pemuda itu berjalan ke arah Shirley dan berdiri di sampingnya.

“Ada apa?” tanya Shirley.

“Linda mencarimu. Sarapan siap sebentar lagi.”

“Oh. Terima kasih.”

Mereka memandangi taman dalam diam. Angin pagi yang berhembus perlahan terasa sedikit dingin, udara terasa menyegarkan dan kicauan riang burung terdengar di kejauhan.

“Linda bilang kau tiba-tiba mahir bersembunyi,” ucap Arthur memecah kesunyian diantara mereka.

Shirley tertawa. Ia langsung terdiam saat Arthur tiba-tiba menyentuh kepalanya.

“Apa kepalamu masih sakit?” tanya Arthur.

“Masih benjol dan sedikit sakit jika ditekan. Tapi sudah tak apa,” jawab Shirley. “Bagaimana denganmu?”

“Yah… Begitulah. Kurang lebih sama denganmu,” jawab Arthur.

Keduanya baru saja tersadar beberapa jam yang lalu setelah mereka tak sadarkan diri karena kepala mereka terbentur.

“Rasanya seperti terbangun dari mimpi panjang,” gumam Shirley.

“Hm?”

“Ah, tidak apa-apa. Ayo kita kembali. Yang lain pasti sudah menunggu,” ucap Shirley sambil beranjak dari balkon.

“Ya. Perutku juga sudah lapar,”

Mereka pun berjalan bersama menuju ruang makan.

“Omong-omong soal perkataan Linda tadi, aku merasa heran karena aku tak pernah berniat bersembunyi,” ucap Shirley bingung.

“Meski demikian, tak ada yang menemukanmu,”

“Tapi kau bisa menemukanku,”

“Aku akan selalu bisa merasakan dimana kau berada,”

Shirley menghentikan langkahnya. Arthur ikut berhenti dan memandang heran. Shirley balas memandang Arthur dengan ekspresi yang sulit ditebak. Ia merasa ada seseorang yang pernah mengatakan hal yang serupa padanya, dulu sekali. Namun ia tidak ingat siapa, kapan dan apa tepatnya perkataan tersebut.

“Ada apa?” pertanyaan Arthur membuyarkan lamunannya.

Shirley tersenyum. “Tak ada. Ayolah”.

Mereka pun kembali berjalan.

-Fin-



#Afterword:


Well… I hope you enjoy the story. I have been working on the other stories too, as you see that I have post some part of it. I really want to finish them all, the stories that I have started to write. So, see you again on other stories… :)

No comments:

Post a Comment