Wednesday, 27 May 2015

Between Us #part 2

Tok! Tok!

Menyusul suara ketukan, pintu kamar Ruka dibuka dari luar. Ruka yang sedang mengerjakan PR menoleh ke arah pintu. Sesosok pemuda berdiri di ambang pintu, Yoshiki.

“Hei!” sapa Yoshiki.

“Pengganggu,” ucap Ruka cuek, ia kembali menekuni PR-nya.

Saturday, 16 May 2015

Teh Aroma Mawar, Teh Kenangan

Duh, sudah beberapa bulan saya tidak memasang tulisan. Kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya yang beberapa waktu yang lalu, atas saran dari seorang kawan, mencoba membeli teh Prendjak. Teh ini memiliki komposisi teh hitam dan aroma mawar. Selama ini teh yang biasa saya minum adalah teh aroma melati dan earl grey yang merupakan teh favorit karena aromanya yang segar. Namun saya belum pernah mencoba teh dengan aroma mawar.

Sunday, 1 February 2015

Between Us #part 1

Ruka baru saja menyelesaikan perkataannya ketika ia melihat mata Eri mulai berkaca-kaca. Air mata pun mulai meleleh melewati pipinya, bibir mungilnya bergetar. Rasa bersalah mulai menyelusup di hati Ruka yang sedang dilanda amarah.

“Kau terlalu keras padanya!” sembur Minoru.

Ruka langsung melirik kesal pada Minoru. Rasa bersalah yang tadi mulai timbul langsung terlibas oleh amarah yang kembali merajai hati Ruka. Beberapa siswa yang masih berada di kelas menggumamkan persetujuan mereka dengan perkataan Minoru.

“Ada apa ini?”

Sunday, 18 January 2015

Meiru: Did You Think That Was A Joke?

“What is it?”

A bit startled, Meiru turns her head to the source of the voice. It was Sam’s, the barista. He has just put down two glasses of iced coffee in front of Meiru and Dia, the two of them were sitting at the countertop which was an extension from the service area.

Meiru stares at Sam “What?”

“I’m just curious. You stared at them with an inexplicable expression in your face,”

Saturday, 10 January 2015

Waltz in Dream #Afterwords

At last, I can finish this story after so much delay (-_-")
I would like to give the credit to my friend Ambar D.P.
This story was based on her dream, years ago.

。。。

My dear friend,
I don’t know if you still remember the promise that I would write down the dream you had.
I hope you don’t mind that I took liberty to turn your dream you told me into this story.
I use your name with a little change for the main character’s name because you’re the main character in your dream, right? Hehe…
I hope we can meet again, sometimes in the future :)

。。。

Alright then... 
See you... ^o^)/ 


Waltz in Dream #epilogue

Jade mengajakku melihat kedatangan siswa yang bernama Nathanael Millford dari salah satu balkon lantai dua di gedung utama. Saat aku melihat ke halaman sekolah, sudah berkumpul banyak murid disana. Melihat banyaknya murid di halaman, mungkin bisa dibilang lebih dari separuh murid sekolah ada disana. Belum lagi beberapa murid yang menunggu di balkon seperti kami.


“Jadi… siapa Nathanael Millford ini?” tanyaku keheranan melihat pemandangan di halaman.

“Kau benar-benar tidak memperhatikan yang kuceritakan semalam!” tandas Jade.

“Maaf,”

Tuesday, 6 January 2015

Meiru: Notes #1

Taking a deep breath and summoning the courage out of nowhere.
Trying to write it down to take one step forward.
To be stronger.
To make the past less hurt.
To make the past just something that I experienced.
Something I learned from to be a better person.
-- Meiru --

明瑠