Thursday, 17 April 2014

Life Circle #part 3

“Sudah sepuluh menit tapi mereka belum juga kembali,” Linda dengan cemas berulang kali memeriksa jam tangannya.

“Aku akan mencari mereka. Sebaiknya sebagian dari kita tetap disini, barang kali mereka kembali,” ucap Frank.

“Aku ikut denganmu!” seru Linda yang sedari tadi tak sabar.

Frank mengangguk. Saat itulah sebuah sumber cahaya lain menyinari ruang duduk dari arah pintu. Semua kepala menoleh ke arah pintu masuk. Mereka melihat satu sosok berjalan masuk sambil membawa lentera.

“Pak Morrison!” seru Linda.

Rupanya yang datang adalah Pak Morrison, seorang pria tua yang menjaga rumah tersebut. Pak Morrison tinggal di sebuah pondok kecil yang terletak di samping rumah besar itu.

“Maaf saya terlambat memeriksa keadaan kalian disini. Sepertinya saya lupa memberitahu kalian letak generator listrik yang ada,” ucap Pak Morrison.

“Bukankah bapak memberitahu salah satu teman kami bahwa generator listrik berada di lantai bawah tanah?” tanya Eliza.

“Begitukah?” ucap Pak Morrison tak yakin.

“Pak Morrison, apa bapak bisa mengantar kami ke lantai bawah tanah? Kami hendak menyusul teman kami,” ucap Frank.


Pak Morrison mengangguk-angguk. Lalu bersama Frank dan Linda, mereka menuju lantai bawah tanah sementara Eliza dan Cecil menunggu di ruang duduk. Frank membawakan lentera milik Pak Morrison sementara Pak Morrison menunjukkan arah menyusuri koridor, melewati beberapa pintu, kemudian berhenti di depan sebuah pintu. Melalui pintu yang terbuka itu, mereka dapat melihat sebuah tangga menuju lantai bawah tanah yang gelap.

No comments:

Post a Comment