Sunday, 18 January 2015

Meiru: Did You Think That Was A Joke?

“What is it?”

A bit startled, Meiru turns her head to the source of the voice. It was Sam’s, the barista. He has just put down two glasses of iced coffee in front of Meiru and Dia, the two of them were sitting at the countertop which was an extension from the service area.

Meiru stares at Sam “What?”

“I’m just curious. You stared at them with an inexplicable expression in your face,”

Saturday, 10 January 2015

Waltz in Dream #Afterwords

At last, I can finish this story after so much delay (-_-")
I would like to give the credit to my friend Ambar D.P.
This story was based on her dream, years ago.

。。。

My dear friend,
I don’t know if you still remember the promise that I would write down the dream you had.
I hope you don’t mind that I took liberty to turn your dream you told me into this story.
I use your name with a little change for the main character’s name because you’re the main character in your dream, right? Hehe…
I hope we can meet again, sometimes in the future :)

。。。

Alright then... 
See you... ^o^)/ 


Waltz in Dream #epilogue

Jade mengajakku melihat kedatangan siswa yang bernama Nathanael Millford dari salah satu balkon lantai dua di gedung utama. Saat aku melihat ke halaman sekolah, sudah berkumpul banyak murid disana. Melihat banyaknya murid di halaman, mungkin bisa dibilang lebih dari separuh murid sekolah ada disana. Belum lagi beberapa murid yang menunggu di balkon seperti kami.


“Jadi… siapa Nathanael Millford ini?” tanyaku keheranan melihat pemandangan di halaman.

“Kau benar-benar tidak memperhatikan yang kuceritakan semalam!” tandas Jade.

“Maaf,”

Tuesday, 6 January 2015

Meiru: Notes #1

Taking a deep breath and summoning the courage out of nowhere.
Trying to write it down to take one step forward.
To be stronger.
To make the past less hurt.
To make the past just something that I experienced.
Something I learned from to be a better person.
-- Meiru --

明瑠

Friday, 26 December 2014

Waltz in Dream #part 7

Seluruh murid yang mengikuti pesta dansa akhir tahun sudah berkumpul di aula utama. Aula utama yang digunakan untuk pesta dansa akhir tahun ini lebih luas dari aula yang dipakai untuk latihan dansa. Langit-langitnya tinggi dengan kandil megah yang dihiasi kristal tergantung tepat di tengah ruangan. Pilar-pilarnya berwarna putih dengan ornamen emas. Lantainya dari pualam berwarna putih dengan sedikit corak berwarna merah jambu.

Di lantai dasar, sekelompok pemain orkestra sedang bersiap di atas sebuah panggung rendah, terletak di salah satu sisi aula yang berhadapan dengan pintu utama. Para siswa yang mengikuti pesta dansa menunggu di bagian sisi aula lantai dasar, sementara para siswi menunggu di balkon lantai dua. Dari atas, aku dapat melihat Nathi sedang berbincang dengan teman-temannya. Kemudian ia menoleh ke arah balkon dan memandang berkeliling sampai ia menemukanku yang sedang memandang ke arahnya. Aku melambaikan tangan ke arahnya dan ia membalas lambaian tanganku sambil tersenyum.

Tuesday, 16 December 2014

Meiru: Soaring in The Sky

“Meiru, I think it’s an eagle,”

Meiru, who was at the kitchen, walks out through back door and approaches her mother in the backyard. She stands beside her mother and follows her mother’s gaze. There are a sole creature flies in the sky. A bird, big enough to be seen in that distances.

“Yes, it is,” says Meiru.

Friday, 12 December 2014

Apa yang Teringat

Ada yang menarik pikiranku hari ini. Hari ini aku melihat kakak memainkan sebuah game PC bernama Anno 2070 yang dikeluarkan pada tahun 2011. Menurutnya, ia sudah lama tidak memainkan game ini. Penasaran, aku bertanya mengenai setting cerita game ini. Dan aku cukup terkejut karena beberapa tahun yang lalu saya sempat memulai sebuah cerita sci-fi dengan setting yang sangat mirip.

Berikut ini adalah setting game Anno 2070 yang saya dapat dari Wikipedia:

"The scenario is set in the year 2070. Global warming has melted the Arctic ice cap, which has raised the global sea level so that the coasts were flooded. As a result, many old cities have vanished under the ocean, and much of what was once highland has been turned into chains of new islands."

Kupikir,

Monday, 8 December 2014

Waltz in Dream #part 6

“Tak biasanya,” ucap Jade saat kami melangkah memasuki aula.

“Apanya?” tanyaku tak mengerti, meskipun sedikit banyak aku dapat menebak arah pembicaraannya.

“Kau selalu menolak saat kuajak latihan. Tapi kali ini, tak kuajak pun, kau menemaniku hingga aula,” ucap Jade.

Sunday, 9 November 2014

Waltz in Dream #part 5

Sambil berjalan menuju danau, aku memikirkan tingkah Nathi yang aneh tiga hari yang lalu. Lalu, dua hari yang lalu dan kemarin ia tak datang ke danau. Hal itu membuatku bertanya-tanya, apakah ia tidak akan datang lagi hari ini. Kuhentikan langkah.

Aku memandang ke arah danau, sudah separuh jalan aku menyusuri jalan yang biasa kulalui. Aku menghela napas, tiba-tiba aku jadi tak ingin datang ke danau. Aku hampir membalikkan badan dan kembali ke asrama ketika sebuah tepukan ringan mendarat di bahu kiriku. Aku menoleh. Nathi berdiri di belakangku sambil tersenyum.

“Oh, kau disini,”

Saturday, 20 September 2014

Meiru: Curiosity

Meiru stares at the sky outside the window. Her hand keeps stirring a cup of coffee unconsciously.

She wonders, why was his account deactivated?
What should she do to contact him, because she doesn't have any other way?

And that happened when she was thinking to stop her curiosity towards him.
It just made her more curious.