Duh, sudah beberapa bulan saya tidak memasang tulisan. Kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya yang beberapa waktu yang lalu, atas saran dari seorang kawan, mencoba membeli teh Prendjak. Teh ini memiliki komposisi teh hitam dan aroma mawar. Selama ini teh yang biasa saya minum adalah teh aroma melati dan earl grey yang merupakan teh favorit karena aromanya yang segar. Namun saya belum pernah mencoba teh dengan aroma mawar.
Saturday, 16 May 2015
Sunday, 1 February 2015
Between Us #part 1
Ruka
baru saja menyelesaikan perkataannya ketika ia melihat mata Eri mulai
berkaca-kaca. Air mata pun mulai meleleh melewati pipinya, bibir mungilnya
bergetar. Rasa bersalah mulai menyelusup di hati Ruka yang sedang dilanda
amarah.
“Kau
terlalu keras padanya!” sembur Minoru.
Ruka
langsung melirik kesal pada Minoru. Rasa bersalah yang tadi mulai timbul
langsung terlibas oleh amarah yang kembali merajai hati Ruka. Beberapa siswa
yang masih berada di kelas menggumamkan persetujuan mereka dengan perkataan
Minoru.
“Ada
apa ini?”
Sunday, 18 January 2015
Meiru: Did You Think That Was A Joke?
“What is it?”
A bit startled, Meiru turns her head to the source of the voice. It was Sam’s,
the barista. He has just put down two glasses of iced coffee in front of Meiru
and Dia, the two of them were sitting at the countertop which was an extension
from the service area.
Meiru stares at Sam “What?”
“I’m just curious. You stared at them with an inexplicable expression in
your face,”
Saturday, 10 January 2015
Waltz in Dream #Afterwords
At last, I can finish this
story after so much delay (-_-")
I would like to give the credit
to my friend Ambar D.P.
This story was based on her
dream, years ago.
。。。
My dear friend,
I don’t know if you still
remember the promise that I would write down the dream you had.
I hope you don’t mind that I
took liberty to turn your dream you told me into this story.
I use your name with a little
change for the main character’s name because you’re the main character in your
dream, right? Hehe…
I hope we can meet again,
sometimes in the future :)
。。。
Alright then...
See you... ^o^)/
Waltz in Dream #epilogue
Jade
mengajakku melihat kedatangan siswa yang bernama Nathanael Millford dari salah
satu balkon lantai dua di gedung utama. Saat aku melihat ke halaman sekolah,
sudah berkumpul banyak murid disana. Melihat banyaknya murid di halaman,
mungkin bisa dibilang lebih dari separuh murid sekolah ada disana. Belum lagi
beberapa murid yang menunggu di balkon seperti kami.
“Jadi…
siapa Nathanael Millford ini?” tanyaku keheranan melihat pemandangan di
halaman.
“Kau
benar-benar tidak memperhatikan yang kuceritakan semalam!” tandas Jade.
“Maaf,”
Tuesday, 6 January 2015
Meiru: Notes #1
Taking a deep breath and summoning the courage out of nowhere.
Trying to write it down to take one step forward.
To be stronger.
To be stronger.
To make the past less hurt.
To make the past just something that I experienced.
Something I learned from to be a better person.
-- Meiru --
『明瑠』
Friday, 26 December 2014
Waltz in Dream #part 7
Seluruh
murid yang mengikuti pesta dansa akhir tahun sudah berkumpul di aula utama.
Aula utama yang digunakan untuk pesta dansa akhir tahun ini lebih luas dari
aula yang dipakai untuk latihan dansa. Langit-langitnya tinggi dengan kandil
megah yang dihiasi kristal tergantung tepat di tengah ruangan. Pilar-pilarnya
berwarna putih dengan ornamen emas. Lantainya dari pualam berwarna putih dengan
sedikit corak berwarna merah jambu.
Di
lantai dasar, sekelompok pemain orkestra sedang bersiap di atas sebuah panggung
rendah, terletak di salah satu sisi aula yang berhadapan dengan pintu utama.
Para siswa yang mengikuti pesta dansa menunggu di bagian sisi aula lantai
dasar, sementara para siswi menunggu di balkon lantai dua. Dari atas, aku dapat
melihat Nathi sedang berbincang dengan teman-temannya. Kemudian ia menoleh ke
arah balkon dan memandang berkeliling sampai ia menemukanku yang sedang
memandang ke arahnya. Aku melambaikan tangan ke arahnya dan ia membalas
lambaian tanganku sambil tersenyum.
Tuesday, 16 December 2014
Meiru: Soaring in The Sky
“Meiru, I
think it’s an eagle,”
Meiru, who
was at the kitchen, walks out through back door and approaches her mother in
the backyard. She stands beside her mother and follows her mother’s gaze. There
are a sole creature flies in the sky. A bird, big enough to be seen in that
distances.
“Yes, it
is,” says Meiru.
Friday, 12 December 2014
Apa yang Teringat
Ada yang menarik pikiranku hari ini. Hari ini aku melihat kakak memainkan sebuah game PC bernama Anno 2070 yang dikeluarkan pada tahun 2011. Menurutnya, ia sudah lama tidak memainkan game ini. Penasaran, aku bertanya mengenai setting cerita game ini. Dan aku cukup terkejut karena beberapa tahun yang lalu saya sempat memulai sebuah cerita sci-fi dengan setting yang sangat mirip.
Berikut ini adalah setting game Anno 2070 yang saya dapat dari Wikipedia:
"The scenario is set in the year 2070. Global warming has melted the Arctic ice cap, which has raised the global sea level so that the coasts were flooded. As a result, many old cities have vanished under the ocean, and much of what was once highland has been turned into chains of new islands."
Kupikir,
Monday, 8 December 2014
Waltz in Dream #part 6
“Tak
biasanya,” ucap Jade saat kami melangkah memasuki aula.
“Apanya?”
tanyaku tak mengerti, meskipun sedikit banyak aku dapat menebak arah
pembicaraannya.
“Kau
selalu menolak saat kuajak latihan. Tapi kali ini, tak kuajak pun, kau
menemaniku hingga aula,” ucap Jade.
Subscribe to:
Posts (Atom)