Saturday, 10 May 2014

Life Circle #part 5

Frank menuruni tangga menuju lantai bawah tanah satu persatu. Sementara Pak Morrison dan Linda mengikuti dari belakang. Saat mencapai dasar tangga, mereka memandang berkeliling dengan pencahayaan lentera yang terbatas.

“Shirley! Arthur!” panggil Linda.

Tak ada jawaban. Linda kembali memanggil keduanya, namun tetap tak ada jawaban.

“Pak Morrison, dimana letak generator listrik yang bapak maksud?” tanya Frank.

Pak Morrison menunjuk ke arah kanan, “di ujung sana”

Bersama-sama mereka menuju ke arah yang ditunjukkan pak Morrison. Setelah beberapa langkah mereka menemukan barang-barang tercecer di lantai. Frank mengangkat lentera lebih tinggi, berharap itu dapat membantu pencahayaan menjadi lebih baik. Beberapa langkah kemudian mereka menemukan sebuah kardus dengan isi yang tercecer, tampak seperti terjatuh dari rak yang menempel ke dinding. Dua langkah kemudian mereka menemukan dua pasang kaki. Badan pemilik kedua pasang kaki tersebut tak terlihat karena tertimbun tumpukan kardus dan isinya.

“Shirley? Arthur?”

Frank menyerahkan lentera kepada pak Morrison lalu membantu Linda yang telah terlebih dahulu berusaha menyibak tumpukan kardus dan barang tersebut. Dari bawah tumpukan kardus dan barang yang telah disingkap, terlihatlah kedua orang yang mereka cari dalam keadaan tak sadarkan diri.

“Shirley! Shirley!” Linda memanggil-manggil Shirley yang tak sadarkan diri.

“Akan kunyalakan generatornya” pak Morrison bergerak mendekati generator listrik yang hanya beberapa langkah dari sana.

Cahaya redup sejenak karena satu-satunya lentera yang ada kini dibawa pak Morrison. Namun tak lama berselang, listrik mulai mengalir dan lampu ruang bawah tanah dinyalakan. Frank yang cukup mengerti mengenai pertolongan pertama segera memeriksa denyut nadi serta kepala Shirley dan Arthur dengan seksama. Saat memeriksa kepala keduanya, ia merasakan adanya benjolan di kepala mereka. Frank sedikit lega karena tak menemukan adanya luka di kepala.

No comments:

Post a Comment