Saturday, 20 September 2014

Meiru: Curiosity

Meiru stares at the sky outside the window. Her hand keeps stirring a cup of coffee unconsciously.

She wonders, why was his account deactivated?
What should she do to contact him, because she doesn't have any other way?

And that happened when she was thinking to stop her curiosity towards him.
It just made her more curious.

Tuesday, 26 August 2014

Waltz in Dream #part 4

Agak terburu aku berjalan menuju danau. Karena ada tugas yang harus kuselesaikan, aku baru saja keluar dari kelas. Saat sampai di danau kulihat Nathi duduk kursi taman sembari memandangi jam sakunya. Segera aku menghampirinya.

“Maaf, aku terlambat. Ada tugas yang harus kuselesaikan,”

Nathi mengangkat wajahnya dan tersenyum. “Tak apa. Duduklah,”

Monday, 21 July 2014

Waltz in Dream #part 3

Sambil berjalan menyusuri jalan menuju danau, aku bertanya-tanya apakah pemuda itu sudah berada di danau atau belum. Kumasukkan kedua tanganku ke dalam saku mantel karena dinginnya cuaca, saat itulah jemariku merasakan adanya secarik kertas. Aku pun kemudian teringat bahwa semalam aku memasukkannya ke dalam saku mantel untuk mengingatkanku menanyakan nama pemuda itu.

Aku memainkan kertas itu dalam saku mantel dan bertekad menanyakan nama pemuda itu begitu aku bertemu dengannya. Saat aku sampai, kulihat ia sedang berdiri di tepi danau dan menatap langit. Ia memalingkan wajahnya ke arahku dan tersenyum, ia menyadari kedatanganku. Aku segera menghampirinya.

“Nama?”

Sunday, 13 July 2014

Life Circle #part 9

Matahari mengintip malu-malu dari balik rimbunnya pepohonan. Langit pagi masih terlihat mendung karena badai semalam. Arthur yang memandangi suasana pagi itu dari balik jendela menggeliatkan badannya.

“Arthur!” satu suara memanggil. Arthur mengalihkan pandangannya dan menoleh ke arah suara, Linda.

“Apa kau melihat Shirley? Aku tak bisa menemukannya,” ucap Linda.

Tuesday, 8 July 2014

Waltz in Dream #part 2

Aku kembali menyelinap dari pelajaran dansa dan pergi ke danau kecil yang kukunjungi kemarin. Ketika aku sampai di danau itu pemuda yang kutemui kemarin sudah berada disana.

“Apa kau sudah lama disini?” tanyaku.

“Tidak. Aku baru saja sampai. Mungkin sekitar 5 menit yang lalu," pemuda itu mendesah sambil mengedarkan pandangan ke arah danau. "Pemandangan disini sungguh indah. Kau akan selalu mengaguminya,”

Tuesday, 17 June 2014

Waltz in Dream #part 1

Aku berjalan menyusuri jalan kecil menuju bagian belakang sekolah. Mulai hari ini sekolah selesai lebih awal karena ada pelajaran dansa bagi seluruh murid untuk menyambut pesta dansa tahunan sebelum liburan musim dingin tiba yang akan diadakan 2 minggu lagi. Para siswa dan siswi yang sehari-hari berbeda kini memperoleh kesempatan untuk berdansa berpasangan. Karena aku belum mengenal seorang pun siswa yang ada, kuputuskan untuk berjalan-jalan di sekitar area sekolah. Hingga sampailah aku di tepi sebuah danau kecil.

Napasku tercekat melihat keindahan danau kecil itu. Danau itu berkilau keperakan dibawah langit musim dingin. Onggokan salju terlihat di beberapa tempat, sisa salju yang turun beberapa hari belakangan ini. Warna hijau pohon-pohon pinus terlihat kontras dengan kilau keperakan danau, membuat keindahan tersendiri di musim dingin seperti sekarang ini.

Tuesday, 10 June 2014

Life Circle #part 8

Scott
Kubuka mataku, pandanganku tertumbuk pada langit-langit yang suram dan rendah. Aku mengenal ruangan ini, beberapa kali aku dan James dihukum di tempat ini karena kenakalan kami, ruang bawah tanah. Seraut wajah memasuki ruang pandangku, Anne. Ia tersenyum dan berkata bahwa ia senang melihatku telah sadar. Anne duduk di dekatku, aku melihat sebelah pipinya lebam. Aku ingat, ketika ia berusaha melindungiku dari amukan ayah, ayah menamparnya dengan keras. Setelah itu aku tidak tahu apa-apa lagi karena aku tidak sadar.

Aku meminta Anne menceritakan apa yang terjadi. Rupanya setelah ayah menampar Anne, ia menyuruh pelayan membawaku ke ruang bawah tanah ini dan mengurungku disini. Sementara James dan Anne dikurung di kamar terpisah dan tidak boleh keluar. Tapi James berhasil kabur dan membantu Anne agar bisa menyelinap kesini.

Tuesday, 3 June 2014

Running Man with JS & Friends VS Indonesia All Stars at GBK Jakarta [2014-06-02]

Sebenarnya saya bukanlah penggemar olahraga sepakbola, jadi tumben sekali saya menonton pertandingan olahraga yang satu ini. Alasan utama saya menonton pertandingan kali ini adalah karena adanya member Running Man (variety show korea) yang ikut bertanding di tim JS & Friends (JiSung and Friends). I was excited since couple months ago when I learned that Asian Dream Cup 2014 will be held in Indonesia. Because I know that Running Man's members will be participated too. I really enjoy watch that variety show because of the great concept, cool missions (sometimes maybe always absurd), with funny and comedic members. Sayangnya karena TV di rumah rusak beberapa hari yang lalu dan saya tidak memiliki kesempatan untuk menonton langsung di GBK karena satu dan lain hal, saya baru menonton pertandingan ini dari video yang diposting di youtube.


Jadi, karena saya sudah membuka post kali ini dengan pengakuan bahwa saya bukan penggemar bola, saya akan mengungkapkan maksud saya menulis post ini. Tujuan saya menulis post ini memang bukan tentang permainan bola. Karena saya benar-benar awam soal bola. Saya akan membahas mengenai para member Running Man yang berpartisipasi dalam pertandingan antara JS & Friends VS Indonesia All Stars yang diselenggarakan di Gelora Bung Karno, Jakarta. Pertandingan ini dimenangkan oleh Indonesia All Stars atas JS & Friends dengan perolehan skor 3-2, rincian sebagai berikut:

Saturday, 31 May 2014

Life Circle #part 7

Eliza mengetukkan jari telunjuknya ke lengan sofa dalam jeda yang beragam, terkadang cepat terkadang melambat. Menunggu tanpa kepastian atau kabar bukanlah hal yang menyenangkan bagi kebanyakan orang, termasuk dirinya. Ia mencemaskan keadaan sahabatnya yang sedari tadi menghilang, namun ia berusaha bersikap tenang agar dapat berpikir dengan jernih. Eliza lalu mengalihkan perhatiannya pada Cecil yang sedang mengamati  beberapa lukisan yang tergantung di dinding.

Beberapa saat yang lalu, seperti Eliza, Cecil duduk dengan cemas menunggu teman-temannya. Karena tidak tahan dengan suasana muram, ia pun mengalihkan perhatiannya pada lukisan-lukisan yang tergantung di dinding ruangan. Ada sebuah lukisan yang menarik perhatiannya. Lama ia memandangi lukisan itu.

“Hei, Eliza!”

Tuesday, 27 May 2014

Waltz in Dream #prologue

Musim Semi 1953

Kuletakkan tas sekolah di atas meja belajar di kamarku. Aku merogoh saku dan mengeluarkan sebuah jam saku berwarna perak. Kubuka jam saku itu, jarum jamnya masih bergerak. Kucium jam saku perak itu dengan penuh rasa sayang dan kerinduan. Berharap perasaan ini sampai pada orang yang memberikan jam saku itu padaku.

Krekk! Pintu kamar terbuka. Jade teman sekamarku masuk. Ia melempar tas sekolah miliknya ke atas kasur dan menarik tanganku.

“Ayo! Mereka bilang Nathan kembali!” ucap Jade bersemangat.

“Nathan?” aku bingung dengan apa yang ia ucapkan.